MENJADI LEBIH BAIK DARI KEMARIN

Minggu, 11 Juni 2017

PROTOKOL JARINGAN

PROTOKOL JARINGAN


PROTOKOL JARINGAN

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.

Protokol Jaringan Ialah:
Merupakan suatu peraturan yang sama dalam cara berkomunikasi antar komputer sehingga dapat saling bertukar informasi.


Macam-Macam Protokol Jaringan,yakni:
a. Protokol Komunikasi antarperalatan Jaringan.
Protokol ini mampu mengatur bentuk dan jenis data yang dikirim, menentukan besarasn listrik yang digunakan,jenis,dan banyak kabel yang di gunakan untuk proses transmisi.


b.Protokol Dari Sistem Operasi Yang Digunakan
Sistem operasi NetWare menggunakan protokol utama IPX/SPX, Microsoft menggunakan protokol NetBuie, sedangkan protokol standar menggunakan protokol TCP/IP 
.

Protokol UDP & Netware


PROTOKOL UDP Protokol UDP atau kepanjangan dari User Data gram Protocol. Protokol UDP berjalan di atas jaringan IP. Dalam UDP, pesan akan dikirim dalam bentuk Datagram 

PENGERTIAN
 Protokol UDP adalah sebuah protokol stateless (tanpa tempat) oleh karena itu, server dalam hal ini dimanfaatkan dalam penanganan beberapa klien pada suatu waktu. Jadi broadcast dan multicast tersedia dengan UDP. 

 KARAKTERISTIK UDP
 1. Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host.
 2. Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment.
 3. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi 

  4.UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan- pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. 5. UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP. 

HEADER UDP › 
Header UDP diwujudkan sebagai sebuah header dengan 4 buah field memiliki ukuran yang tetap. 

PORT UDP 
Seperti halnya TCP, UDP juga memiliki saluran untuk mengirimkan informasi antar host, yang disebut dengan UDP Port. Untuk menggunakan protokol UDP, sebuah aplikasi harus menyediakan alamat IP dan nomor UDP Port dari host yang dituju. 

 KEGUNAAN UDP :
 1.Protokol yang “ringan” (lightweight): Untuk menghemat sumber daya memori dan prosesor.      
 2.lapisan aplikasi yang mengimplementasikan layanan keandalan: Jika protokol lapisan aplikasi menyediakan layanan transfer data yang andal, maka kebutuhan terhadap keandalan yang ditawarkan oleh TCP pun menjadi tidak ada. Contoh dari protokol seperti ini adalah Trivial File Transfer Protocol (TFTP) dan Network File System (NFS)
  3.Protokol yang tidak membutuhkan keandalan. Contoh protokol ini adalah protokol Routing Information Protocol (RIP). 4.Transmisi broadcast: Karena UDP merupakan protokol yang tidak perlu membuat koneksi terlebih dahulu dengan sebuah host tertentu, Hal ini kontras dengan protokol TCP yang hanya dapat mengirimkan transmisi one-to-one. Contoh: query nama dalam protokol NetBIOS Name Service 

KELEMAHAN UDP :
1. UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan (buffering) dari data yang masuk ataupun data yang keluar. Tugas buffering merupakan tugas yang harus diimplementasikan oleh protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP. 
2. UDP tidak menyediakan mekanisme segmentasi data yang besar ke dalam segmen-segmen data, seperti yang terjadi dalam protokol TCP.
 3. UDP tidak menyediakan mekanisme flow-control, seperti yang dimiliki oleh TCP. 

APLIKASI YANG MENGGUNAKAN UDP 
Digunakan untuk multimedia streaming, yang sangat memberikan toleransi kehilangan segment cukup baik dan yang sangat tidak sensitive terhadap kerusakan atau kehilangan segment.
Contoh protokol aplikasi yang menggunakan UDP:
 1. DNS (Domain Name System) 53 
 2. SNMP, (Simple Network Management Protocol) 161, 162  
 3. TFTP (Trivial File Transfer Protocol) 69 4. SunRPC port 111. 

Pengertian NateWare 
Netware adalah sistem operasi (operating system) jaringan yang dikembangkan oleh Novell, dan protokol jaringan yang digunakan untuk berkomunikasi dengan client dalam network. 

Pengertian › Sistem operasi (operating system) jaringan yang dikembangkan oleh Novell, dan protokol jaringan yang digunakan untuk berkomunikasi dengan client dalam network. › Novell NetWare adalah sebuah sistem operasi jaringan yang umum digunakan dalam komputer IBM PC atau kompatibelnya. 

 Penjelasan › Novell Netware merupakan sistem operasi yang dikembangkan oleh Novell Inc. Desain pertama dipublikasikan pada tahun 1983. Dasar pengembangan Novell Netware adalah sistem operasi DOS yang masih menggunakan 1 PC. 

Prinsip Kerja › 
 Dalam sistem operasi Novell Netware terdapat suatu terminal kerja atau Workstation. Untuk melakukan komunikasi antar PC dalam Novell Netware harus terlebih dahulumendaftar pada file server Netware. Karena berbasis pada DOS, PC dapat pula sebagai stand alone tanpa melakukan registrasi dalam jaringan Netware. 

Kelebihan › 
  • Sebagai software jaringan › 
  • Manajemen jaringannya lebih mudah › 
  • Komunikasi antar PC lebih cepat › 
  • Membutuhkan spesifikasi hardware yang besar (Spesifikasi komputer server)
Kelemahan › 
  • Berbasis DOS sehingga tidak berupa grafis › 
  • Sangat sulit untuk pengguna komputer pemula › Tidak banyak dukungan dari komunitas 


Protokol TCP/IP 



Sejarah TCP/IP dimulai dari lahirnya ARPANET  (Advanced Research Project Agency Network) adalah jaringan komputer yang dibangun oleh ARPA (Advanced Research Project Agency) dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969.

Sementara itu, ARPANET terus berkembang sehingga protokol yang dipakai pada waktu itu tidak bisa lagi menampung jumlah node yang juga semakin banyak. Oleh karena itu, DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) yang merupakan sebuah lembaga pertahanan Amerika Serikat yang bertanggung jawab dalam pengembangan teknologi baru untuk militer, mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum yaitu TCP/IP. Dan dijadikan standar ARPANET pada tahun 1983.
TCP/IP yang merupakan singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol adalah gabungan dari protokol TCP dan IP sebagai sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lainnya di dalam jaringan internet yang akan memastikan pengiriman data sampai ke alamat yang menjadi tujuan.

Arsitektur dan Protokol Jaringan TCP/IP

Dalam arsitektur jaringan komputer, terdapat lapisan-lapisan (layer) yang memiliki tugas spesifik serta memiliki protokol tersendiri. International Standard Organization (ISO) telah mengeluarkan suatu standar untuk arsitektur jaringan komputer yang dikenal dengan Open System Interconnection (OSI)

Arsitektur TCP/IP memiliki lapisan-lapisan (layer) yang terdiri dari 5 layer, yaitu:
  • Application Layer
  • Transport Layer
  • Internet Layer
  • Network Access Layer
  • Physical Layer
Sedangkan model OSI memiliki lapisan-lapisan (layer) yang terdiri dari 7 layer, yaitu:
  • Application Layer
  • Presentation Layer
  • Session Layer
  • Transport Layer
  • Network Layer
  • Data Link Layer
  • Physical Layer


Perbandingan Arsitektur TCP/IP dan Model OSI

Model Referensi OSI

Dalam model referensi OSI, terdapat tujuh layer yang menggambarkan fungsi jaringan tertentu. Pembagian tersebut memiliki kelebihan sebagai berikut:

  • Membuat komunikasi jaringan ke bagian yang lebih sederhana.
  • Membuat standar untuk komponen jaringan yang memungkinkan pengembangan dan dukungan multiple-vendor.
  • Memungkinkan hardware dan software jaringan yang berbeda untuk berkomunikasi satu dengan yang lain.
  • Mencegah efek perubahan dalam sebuah layer mempengaruhi layer yang lain,sehingga dapat perkembangan lebih cepat.
  • Membagi komunikasi jaringan kebagian yang lebih kecil sehingga lebih mudah dipelajari dan dimengerti.

Dan ketujuh layer tersebut adalah:

1. Physical Layer

Physical Layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa apabila satu sisi mengirim data 1-bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1-bit pula, dan bukan 0-bit. 

Secara umum masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik, elektrik dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah physical layer.

2. Data Link Layer

Tugas utama dari Data Link Layer adalah sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. 

Sebelum diteruskan ke network layer, data link layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecah-mecah data input menjadi sejumlah data frame. Kemudian layer ini mentransmisikan frame tersebut secara berurutan, dan memproses acknowledgement frame yang dikirim kembali oleh penerima.

3. Network Layer

Network Layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya. Route dapat didasarkan pada tabel statik yang dihubungkan ke jaringan. 

Route juga dapat ditentukan pada saat awal percakapan misalnya session terminal. Terakhir, route dapat juga sangat dinamik, dapat berbeda bagi setiap paketnya. Oleh karena itu, route pengiriman sebuah paket tergantung beban jaringan saat itu.

4. Transport Layer

Fungsi dasar Transport Layer adalah menerima data dari Session Layer, memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke Network Layer, dan menjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. 

Selain itu, semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien, dan bertujuan dapat melindungi layer-layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat dihindari.

5. Session Layer

Session Layer mengijinkan para pengguna untuk menetapkan session dengan pengguna lainnya. Sebuah session selain memungkinkan transport data biasa, seperti yang dilakukan oleh transport layer, juga menyediakan layanan yang istimewa untuk aplikasi-aplikasi tertentu. 

Sebuah session digunakan untuk memungkinkan seseorang pengguna log ke remote timesharing system atau untuk memindahkan file dari satu mesin ke mesin
lainnya. Sebuah layanan session layer adalah untuk melaksanakan pengendalian dialog.

6. Presentation Layer

Presentation Layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Presentation Layer tidak mengijinkan pengguna untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah. 

Tidak seperti layer-layer di bawahnya yang hanya melakukan pemindahan bit dari satu tempat ke tempat lainnya, Presentation Layer memperhatikan sintaks dan semantik informasi yang dikirimkan. Satu contoh layanan pressentation adalah encoding data.

7. Application Layer

Application layer terdiri dari bermacam-macam protokol. Misalnya terdapat ratusan jenis terminal yang tidak kompatibel di seluruh dunia. Ambil keadaan dimana editor layer penuh yang diharapkan bekerja pada jaringan dengan bermacam-macam terminal, yang masing-masing memiliki layout layar yang berlainan, mempunyai cara urutan penekanan tombol yang berbeda untuk penyisipan dan penghapusan teks, memindahkan sensor dan sebagainya.

TCP/IP

Walaupun jumlahnya berbeda, namun semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI telah tercakup dalam arsitektur TCP/IP. Adapun rincian fungsi masing-masing layer arsitektur TCP/IP adalah sebagai berikut:

1. Physical Layer

Merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus. Lapisan ini dapat bervariasi bergantung pada media komunikasi pada jaringan yang bersangkutan. 

TCP/IP bersifat fleksibel sehingga dapat mengintegralkan berbagai jaringan dengan media fisik yang berbeda-beda.

2. Network Access Layer

Fungsi layer ini mirip dengan Data Link Layer pada model OSI. Lapisan ini mengatur penyaluran frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal. Lapisan ini biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang ditransmisikan. 

Beberapa contoh protokol yang digunakan pada lapisan ini adalah X.25 jaringan publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk jaringan Paket Radio dan sebagainya.

3. Internet Layer

Mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berada pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada model OSI. Pada jaringan Internet yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimana pun berada. 

4. Transport Layer

Mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end-to-end host secara handal. Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim. Untuk itu, lapisan ini memiliki beberapa fungsi penting antara lain :

  • Flow Control. Pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket-paket tersebut harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan data dengan kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam menerima data.
  • Error Detection. Pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan sejumlah informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas dari kesalahan. Jika ditemukan kesalahan pada paket data yang diterima, maka penerima tidak akan menerima data tersebut. Pengirim akan mengirim ulang paket data yang mengandung kesalahan tadi. Namun hal ini dapat menimbulkan delay yang cukup berarti.

5. Application Layer

Pada sisi paling atas dari arsitektur protokol TCP/IP adalah Application Layer. Layer ini termasuk seluruh proses yang menggunakan Transport Layer untuk mengirimkan data. Banyak sekali application protocol yang digunakan saat ini. Beberapa diantaranya adalah :

  • TELNET: Network Terminal Protocol, yang menyediakan remote login dalam jaringan.
  • FTP: File Transfer Protocol, digunakan untuk file transfer.
  • SMTP: Simple Mail Transfer Protocol, dugunakan untuk mengirimkan email.
  • DNS: Domain Name System, untuk memetakan IP Address ke dalam nama tertentu.
  • RIP: Routing Information Protocol,  protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network).
  • OSPF: Open Shortest Path First, adalah sebuah routing protokol standar terbuka yang telah di implementasikan oleh sejumlah besar vendor jaringan.
  • NFS: Network File System, untuk sharing file terhadap berbagai host dalam jaringan.
  • HTTP: Hypertext Transfer Protokol, protokol untuk web browsing.
 

CARA KERJA JARINGGAN

Cara kerja jaringan komputer bisa dilihat dari tipe jaringan nya. Tipe ini terdiri atas jaringan berbasis server dan jaringan peer to peer

a. jaringan berbasis server
Jaringan berbasis server atau disebut juga client-server terdiri atas server yang biasanya menggunakan sistem operasi Windows 2000 Server, dan clientyang menggunakan sistem operasi Windows98SE, Windows 2000 Professional, Windows XP atau sistem operasi lainnya. Semua workstation yang terhubung jaringan ini dikelolah oleh pengontrol dominan(server).Dengan melalui pengontrol dominan ini semua account workstation atau user dikumpulkandan disimpan database-nya. Jadi, dengan menggunakan jaringan berbasis server ini, workstation bisa berhubungan dengan workstation lain apabila ada izin dari pengontrol dominannya.Hal tsb bertujuan untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan data dari pengguna yang tak berkepentingan.

b.Jaringan Peer to Peer
Pada jaringan peer to peer, setiap komputer dapat mmbuat account user dan berbagai sumber(sharing) dengan komputer yang lain dalam satu jaringan, sehingga bersifat sebagai server sekaligus bersifat sebagai work station.Tipe jaringan jenis ini tidak membedakanb sistem operasi yang digunakan antar server dan workstation-nya.Umumnya, jaringan tipe ini diorganisasikan dengan sebuah workgroup. sistem operasi ini bisa digunakan antara lain: Windows 98, Windows NT, dan Windows 2000 professional. Hubungan antara workstation tidak ada perizinan sehingga keamanan data relatif kurang.

Sumber : "https://anggunprastiwikartini.blogspot.co.id/2016/12/protokol-jaringan.html"

Sabtu, 10 Desember 2016

3.7 Tempat dan Keselamatan Kerja

3.7 Tempat dan Keselamatan Kerja

Tempat dan Keselamatan Kerja

Area kerja
Untuk membantu menciptakan keamanan, efisiensi lingkungan kerja ada  beberapa hal yang harus diperhatikan :
  1. Workspace/ruang kerja harus cukup besar untuk mengakomodasi unit sistem,peralatan teknisi, peralatan uji, dan peralatan pencegahan ESD. Dekat meja kerja, terdapat saluran listrik untuk mengakomodasi  unit sistem itu dan peralatan listrik lainnya.
  2. Tingkatan kelembaban optimal di dalam ruang kerja harus antara 20 sampai 50 persen untuk mengurangi kemungkinan ESD. Temperatur ruang kerja perlu juga dikendalikan untuk menghindari terlalu banyak panas.
  3. Meja kerja harus sebuah  permukaan nonconductive/bukan penghantar, yang mana adalah flat dan bisa membersihkan.
  4. Ruang kerja  harus jauh dari daerah konsentrasi  perlengkapan elektrik berat. Sebagai contoh, sebuah ruang kerja harus tidak dekat dengan  pemanas gedung, lubang angina/ventilasi, dan AC( HVAC)  atau sistem pengendali telepon.
  5. Ruang kerja  harus bersih dari debu. Debu dapat mencemari ruang kerja, menyebabkan kerusakan awal pada komponen komputer. Daerah kerja perlu mempunyai suatu sistem penyaring udara  untuk mengurangi debu dan zatpencemar.
  6. Pencahayaan harus cukup untuk melihat secara detil benda – benda dan hal – hal yang kecil. Bentuk penerangan yang berbeda lebih disukai, seperti sebuah lampu yang dapat disetel keredupannnya dan penggunaan neon.
  7. Temperatur harus dijaga sehingga  konsisten dengan spesifikasi komponen. Variasi temperatur yang ekstrim dapat mempengaruhi komponen komputer.
Arus AC harus diground. Sambungan arus listrik harus diuji dengan  penguji saluran untuk kelayakan ground.
Tindakan pencegahan untuk melindungi diri dan hardware komputer sesuai dengan beberapa prosedur keamanan dasar sebagai berikut:

  • Gunakan peralatan antistatik dan wrist strap yang telah di-ground-kan.
  • Gunakan tas antistatik untuk menyimpan dan memindah komponen komputer. Jangan meletakkan lebih dari satu komponen dalam satu tas, karena akan menyebabkan beberapa komponen patah atau lepas.
  • Jangan melepas atau memasang komponen sementara komputer masih menyala.
  • Arus listrik harus di ground.
  • Bekerja pada lantai tidak berpelapis, karena karpet akan menyebabkan muatan listrik statis.
  • Pegang kartu pada bagian tepinya untuk menghindarkan terpegangnya chip atau konektor tepi kartu ekspansi (expansion cards).
  • Jangan menyentuh chip atau papan tambahan dengan obeng yang bermagnet.
  • Matikan komputer sebelum memindahkannya. Ini akan melindungi hard drive, yang selalu berputar saat komputer menyala.
  • Jauhkan CD dan disket instalasi/pemeliharaan dari medan magnet, panas, dan dingin.
  • Jangan meletakkan papan sirkuit apapun pada permukaan konduktif, terutama pada lapisan (foil) logam. Baterai Lithium dan Nickel Cadmium (Ni-Cad) yang digunakan pada mainboard mungkin dapat dilepaskan (short out).
  • Jangan menggunakan pensil atau alat-alat dengan ujung metal untuk mengubah sakelar DIP atau menyentuh komponen-komponen. Grafit pada pensil merupakan konduktif dan mudah menyebabkan kerusakan.
  • Jangan izinkan siapapun yang tidak ter-ground-kan dengan baik menyentuh atau memberikan komponen-komponen komputer.

3.8 Prosedur Bongkar Pasang komputer

Prosedur Bongkar Pasang Komputer


Tahap-tahap pemnbongkaran komputer diantaranya : 

1) Cek PC tersebut, pastikan apakah PC tersebut awalnya dalam keadaan baik atau memang suadah rusak. Pengecekannya dilakukan dengan cara mencoba menyalakn PC tersebut sacara normal. 

2) Buka Case CPU dengan cara melepaskan baut yang terpasang apada case CPU agar komponen-komponen yang ada didalam CPU dapat di bongkar. 

3) Buka RAM dari slotnya dengan cara tekan secara bersamaan pengunci/penahan RAM yangberada di bagian sampingSlot RAM. 
image 

4) Lepaskan Harddisk beserta baut dan kabel data yang masih menempel pada Motherboard dari CPU Case. 
image 

5) Lepas DVD/CD ROM beserta baut dan kabel data yang masih terpasang pada Motherboard dari CPU. 
image 

6) Lepaskan kabel Reset Switch, USB, HDD LED, POWER LED, POWER SWITCH, SUSPEND LED, Dan SPEAKER dari slotnya, pastikan kita mengingat tempat awalnya atau kita memiliki buku panduan manualnya karena bagian ini sangat berarti bagi PC. 

7) Lepaskan Power Supply beserta kabel yang masih melekat di MOTHERBOARD dari CPU. 
image 

8) Lepaskan Motherboard dengan cara melepaskan baut-baut yang menahan motherboard dan pastikan sudah tidak ada kabel yang masih melekat di Motherboard. 

9) Lepaskan juga Processor yang terpasang pada Motherboard. Dan jika pasta silicon pendingin yang ada pada processor sudah kering, alangkah baiknya jika pasta siliconnya ditambah agar processor tidak cepat panas. 

10) Agar lebih tahan awet, bersihkan komponen dari kotoran yang melekat.


Langkah-Langkah Merakit Komputer

1. Memasang Processor ke Motherboard


Alangkah baiknya sebelum motherboard dipasang ke casing, terlebih dahulu memasang processor karena akan lebih mudah cara memasangnya. Cara memasang processor ke motherboard yaitu :
  • Kita tentukan dulu posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan tanda titik atau lekukan.
  • Angkat tuas pengunci socket ke atas supaya terbuka
  • Sesuaikan posisi kaki processor dengan lubang socket, kalau sudah lalu tekan processor ke dalam socket sampai rapat.
  • Kunci kembali dengan tuas pengunci.

Cara Merakit Komputer  

2. Memasang Motherboard 
Untuk memasang Motherboard pada casing yaitu letakkan motherboard pada tray casing dan sesuaikan lubang antara casing dan lubang motherboard, lalu kunci dengan sekrup.

Cara Merakit Komputer  

3. Memasang Heatsink
Setelah processor terpasang, lalu pasang heatsink supaya processor tidak panas. Heatsink ini diletakkan diatas processor dan diberi penahan supaya tidak lepas. Sebelumnya lapisi heatsink dengan Gel penghantar panas. Apabila heatsink anda ada kipasnya/fan maka konektor power pada kipas/fan hubungkan ke motherboard.

Cara Merakit Komputer  

4. Memasang RAM / Memori
Cara memasang Ram / modul memori yaitu : Buka dulu tuas penguncinya, lalu sesuaikan posisi lekukan pada modul memori dengan lekukan pada slot. Kalau sudah pas lalu tekan dan pasang kembali tuas pengunci RAM / memori.

Cara Merakit Komputer  

5. Memasang Power Supply
Biasanya kalau kita membeli casing pasti power supply sudah terpasang. Nah apabila power supply belum terpasang caranya memaangnya yaitu :
  • Letakkan power supply pada tempatnya yang ada dibelakang casing, lalu kunci dengan sekrup.
  • Pasang konektor power dari power supply ke motherboard berikut kabel-kabelnya.

Cara Merakit Komputer  

6. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
  • Pasang kabel konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
  • Untuk motherboard non ATX, pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard.
  • Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis nonslot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
  • Hubungkan kabel konektor mouse dan keyboard pada motherboard.
  • Hubungan kabel konektor yang lainnya seperti LED, speaker internal dan port yang tersedia di casing komputer.

Cara Merakit Komputer  

7. Memasang Drive
Untuk memasang drive seperti harddisk, CD-ROM/DVD-ROM caranya yaitu :
  • Masukkan drive dari depan casing. Atur dulu settingan jumper (sebagai master atau slave) pada drive, lalu pasang sekrup supaya drive tidak lepas.
  • Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primer yang dipakai lebih dulu)
  • Apabila kabel IDE terhubung pada 2 (dua) drive, setting jumpernya yaitu drive pertama disetting sebagai master dan satunya lagi sebagai slave.
  • Dan konektor IDE sekunder pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
  • Sambungkan kabel power dari catu daya pada masing-masing drive.

Cara Merakit Komputer  

8. Memasang Card Adapter
Untuk Card Adapter yang bisanya dipasang adalah sound, video card, modem dan SCSI adapter. Cara pemasangannya yaitu : masukkan Card Adapter pada slot yang tersedia di motherboard, lalu tekan sampai konektor benar-benar masuk, kemudian beri sekrup sebagai penahan card.

Cara Merakit Komputer  

9. Tahap terakhir perakitan komputer
Kalau semua langkah-langkah perakitan komputer sudah selesai, kini tutup dengan casing dan beri sekrup. Hubungkan kabel dari catu daya ke soket dinding dan juga hubungkan konektor monitor ke port video card, konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse.

10. Pemeriksaan Hasil Perakitan Komputer
Setelah komputer selesai dirakit, kita lakukan pemeriksaan dan pengetesan hasilnya dengan program BIOS, caranya yaitu :
  • Nyalakan komputer dan monitor, lihat layar monitor dan juga dengarkan suara dari speaker.
  • Nah program Fost dari Bios ini akan otomatis mendeteksi hardware apa saja yang sudah dipasang pada komputer.
  • Lakukan setting untuk nilai dari kapasitas hardisk dan boot sequence.
  • Kalau sudah lalu simpan hasil settingan dan exit dari setup BIOS, maka komputer meload system operasi dengan urutan pencarian yang disesuaikan dengan settingan boot sequence pada Bios.
  • Masukkan CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.

11. Solusi bila terjadi masalah pada hasil perakitan komputer
  • Hidupkan komputer, apabila komputer dan monitor tidak hidup, periksa kabel daya pada colokan listrik sudah terhubung apa belum.
  • Apabila waktu dinyalakan, tampilan layar monitor ngeblank / berwarna hitam, pasti ada kesalahan dan apabila pada CPU terdengar bunyi beep, maka betulkan penempatan RAM / memori pada soket.
  • Apabila card adapter tidak terdeteksi, periksa penempatan card adapter sudah pas apa belum ke slotnya.
  • Apabila LED dari harddisk atau CD menyala terus, periksa konektornya sudah terhubung apa belum.
3.6 Protokol Pengalamatan

3.6 Protokol Pengalamatan

Protokol Pengalamatan

Protokol

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer.Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras komputer, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya.Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras. Protocol digunakan untuk menentukan jenis layanan yang akan dilakukan pada internet.

Pengalamatan IP v4

Dalam jaringan komputer pengalamatan IP merupakan hal yang sangat penting karena pengalamatan ini merupakan pengidentifikasian suatu komputer pada jaringan sehingga memiliki identitas yang unik. Dengan adanya IP address maka dapat diketahui sumber ataupun tujuan dari pengiriman paket. Ipv4 menggunakan notasi biner yang memiliki panjang 32 bit dan 4 byte. Pada dasarnya, arsitektur IPv4 menganut konsep classful addressing, yaitu pembagian ruang alokasi alamat ke dalam 5 kelas (50% A, 25% B, 12.5% C, 6.25% D,dan6.25% E). Bila direpresentasikan dengan notasi desimal, pembagian kelas ini dapat dilihat dari byte/oktet pertama seperti pada tabel dibawah ini;

Kelas IP
Byte Pertama
A
0 – 127
B
128 – 191
C
191 – 223
D
224 – 247
E
248 – 255
dari kelima kelas diatas, jenis alamat yang sering dipakai adalah alamat kelas A,B, dan C, sedangkan alamat kelas D biasanya digunakan untuk keperluan multicasting dan kelas E untuk keperluan Experimental. Pada IPv4 dikenal juga istilah subnet mask yaitu angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dan host ID.

IPv4 Address Syntax

Sistem pengalamatan pada IPv4 menggunakan notasi biner sebesar 32 bit yang dibagi atas 4 kelompok (setiap kelompok terdiri dari 8 bit atau oktet) dan tiap kelompok dipisahkan oleh sebuah tanda titik. IPv4 juga sering disebut sebagai sistem pengalamatan 4- oktet atau pengalamatan 4-bytes (1byte= 8bit).Untuk memudahkan pembacaan, penulisan alamat dilakukan dengan angka decimal dan diberi pemisah menggunakan tanda titik(dot) Dibawah ini contoh pengelompokkan IPv4 menggunakan notasi w, x, y, z
pengelompokan ip v4
Sebagai contoh misalnya 100.3.1.100 yang jika dinyatakan dalam binary menjadi 01100100.00000011.00000001.01100100. Dari 32 bit ini berarti banyaknya jumlah maksimum alamat yang dapat dituliskan adalah 2 pangkat 32, atau 4.294.967.296 alamat. Format alamat ini terdiri dari 2 bagian, netid dan hostid. Netid sendiri menyatakan alamat jaringan sedangkan hosted menyatakan alamat lokal (host/router). Dari 32 bit ini, tidak boleh semuanya angka 0 atau 1 (0.0.0.0 digunakan untuk jaringan yang tidak dikenal dan 255.255.255.255 digunakan untuk broadcast).
Dalam penerapannya, alamat internet ini diklasifikasikan ke dalam kelas (A-E).Alasan klasifikasi ini antara lain :
  • Memudahkan sistem pengelolaan dan pengaturan alamat-alamat.
  • Memanfaatkan jumlah alamat yang ada secara optimum (tidak ada alamat
  • yang terlewat).
  • Memudahkan pengorganisasian jaringan di seluruh dunia dengan
  • membedakan jaringan tersebut termasuk kategori besar, menengah,atau kecil.
  • Membedakan antara alamat untuk jaringan dan alamat untuk host/router.
Dengan perkembangan internet dan jaringan akhir akhir ini telah membuat internetprotocol (IP) yang merupakan tulang punggung jaringan berbasis TCP/IP dengan cepat menjadi ketinggalan zaman, dan alamat IPv4 pun juga akan habis terpakai.
Subneting classfull
Subneting
Subnet adalah upaya / proses untuk memecah sebuah network dengan jumlah host yang cukup banyak, menjadi beberapa network dengan jumlah host yang lebih sedikit.  
Subnetting berguna untuk :

- untuk menentukan batas network ID dalam suatu subnet.
- Memperbanyak jumlah network (LAN)
- Mengurangi jumlah host dalam satu network
- Tujuan lain dari subnetting yang tidak kalah pentingnya adalah untuk mengurangi tingkat kongesti (gangguan/ tabrakan) lalulintas data dalam suatu network.

Selain itu, subnetting diperlukan, karena: Efisiensi penggunaan IP Address   Pendelegasian kekuasaan untuk pengaturan IP Address.

- Mempermudah manajemen jaringan
- Mengatasi masalah perbedaan hardware dan topologi fisik jaringan
Pada dasarnnya, subnetting adalah mengambil bit-bit dari bagian host sebuah alamat IP dan me-reserve atau menyimpannya untuk mendefinisikan alamat subnet. Jadi semakin banyak jumlah subnet, semakin sedikit jumlah bit yang tersedia untuk mendefinisikan host bit.

Istilah pada Subnetting

Berikut beberapa istilah-istilah umum dalam pengalamatan IP yaitu

• Host IP Address :  alamat IP klien

• Network Mask :  
seringkali disebut subnet mask, digunakan untuk menentukan banyaknya jaringan yang dapat dicakup

• Network Address :  
alamat jaringan, digunakan sebagai pengenal sebuah jaringan, selalu diperoleh dari alamat pertama dari sekumpulan alamat terdaftar dalam suatu jaringan

• Network Broadcast Address :
alamat broadcast, digunakan untuk melakukan broadcasting (penyebaran) paket data dalam satu jaringan, selalu diperoleh dari alamat terakhir dari sekumpulan alamat terdaftar dalam suatu jaringan

• Total Number of Host Bits :  
jumlah total host yang dapat ditampung dalam bit, untuk mengetahui jumlah host/klien maksimal yang dapat diberi alamat IP pada sebuah jaringan

• Number of Hosts :
 jumlah alamat yang dapat digunakan sebagai host, jumlah yang dapat digunakan merupakan jumlah alamat total dalam sebuah jaringan dikurangi dengan 2 (karena satu sebagai Network Address, dan satunya lagi untuk Broadcast Address)


Classfull

IP Classfull

Pada saat address Internet distandarkan (awal 80-an), address Internet dibagi dlm 4 kelas:
Class A : Network prefix 8 bit
Class B : Network prefix 16 bit
Class C : Network prefix 24 bit
Class D : Multicast
Class E : Eksperimen

Tiap IP address mempunyai satu kunci yg mengidentifikasi kelas
Class A : IP address mulai dg “0”
Class B : IP address mulai dg “10”
Class C : IP address mulai dg “110”
Class D : IP address mulai dg “1110
Class E : IP address mulai dg “11110”

Classful ip address mempunyai sejumlah masalah :

1.Terlalu sedikit network address untuk jaringan yang besar (address class A dan clasas B telah lenyap

2.Hierarki 2 tingkat tidak sesuai utk jaringan besar dg address Class A dan Class B

3.Tidak fleksibel. Misalkan perusahaan memerlukan 2000 address

-Address class A dan B berlebihan (overkill!)
-Address class C tidak mencukupi (memerlukan 10 address class C)

4. Tabel Routing Membengkak. Routing pada backbone Internet memerlukan satu entry untuk tiap network address. Pd 1993 ukuran tabel routing mulai melebihi kapasitas router.

5. Internet memerlukan address lebih dari 32-bit dari beberapa alasan diatas maka sekarang IP CLASSFUL tidak dipakai lagi,dan beralih ke IP CLASSLESS.


Network Address Translation (NAT)

Cara Kerja Network Address Translation
Cara Kerja Network Address Translation
Internet merupakan sebuah jaringan yang menghubungkan seluruh pengguna komputer di seluruh dunia. Untuk menghubungkan setiap komputer tersebut digunakan sebuah pengenal komputer yang disebut dengan IP Address. Satu IP Address hanya dapat digunakan oleh satu komputer, dalam satu jaringan tidak diperbolehkan adanya IP Address yang sama. Sedangkan jumlah IP Address yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pengguna yang akan terhubung dengan jaringaninternet. Untuk mengatasi semua itu, disiasatilah dengan diciptakanya protocol bernama NAT (Network Address Translation). Apa Itu NAT, dan apa fungsinya?

Pengertian NAT (Network Address Translation)

NAT adalah sebuah metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internetmenggunakan satu IP Public. Dengan demikian keterbatasan ketersediaan IP Address untuk pengguna komputer dapat diatasi. Dengan NAT, satu IP Public tersebut mewakili IP Address komputer dalam jaringan tersebut. Sesuai dengan namanya, Network Address Translation menerjemahkan atau mengubah IP address pada jaringan privat menjadi IP Public untuk terhubung dengan jaringan internet.
NAT biasanya dipasang pada router, untuk menggabungkan dua jaringan berbeda menjadi satu kemudian menerjemahkan IP Address dari jaringan itu ke IP Public yang memiliki hak legal untuk mengakses jaringan internet.

Fungsi NAT (Network Address Translation)

Menerjemahkan IP Address komputer menjadi IP Public yang memiliki hak akses ke jaringanInternet
Menghemat IP Legal yang dibutuhkan oleh Internet Service Provider
Menghindari pengulangan pengalamatan ketika jaringan berubah
Mengurangi duplikat IP Address
Meningkatkan fleksibilitas jaringan


Jenis-Jenis NAT (Network Address Translation)

1. NAT Statis

NAT Statis adalah yang menggunakan tabel routing tetap, alokasi yang diberikan ditetapkan sesuai dengan alamat asal ke alamat tujuan. Jadi komputer tidak dapat melakukan transaksi data apabila belum didaftarkan dalam tabel NAT. Penerjemahan dilakukan ketika sebuah IP Address lokal dipetakan dalam IP Public, alamat tersebut dipetakan satu lawan satu secara static. NAT akan melakukan data request dan data sent sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam tabel NAT.

2. NAT Dinamis

NAT dinamis menggunakan logika balancing, yaitu dimana pada tabel NAT ditanamkan logika kemungkinan dan pemecahan dari suatu alamat. Ada 2 jenis NAT dinamis, yaitu NAT System Pool dan NAT System Overload.